Martoyo Harjono
Business Strategy

Corporate Culture for Company Sustainable Growth

Saya mengawali tulisan ini dengan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  • Mengapa ada perusahaan-perusahaan yang berusia lebih dari 100 tahun bisa bertahan sampai hari ini, tak hanya bertahan malah terus berkembang? apa rahasianya?
  • Mengapa Unilever & Astra menjadi salah satu perusahaan terbaik sampai hari ini?
  • Namun, sebaliknya ada banyak juga perusahaan yang didirikan dan tidak lama kemudian bangkrut?

Sepanjang usia perusahaan tersebut, silih berganti pemimpin yang mengendalikan perusahaan. Tantanganpun berbeda-beda disetiap masanya. Peta kompetisi dan customer behaviour pun berubah-ubah. Bahkan banyak perusahaan yang sudah bangkrut dan tutup. Tapi mengapa beberapa perusahaan tersebut masih exist dan terus berkembang tumbuh menjadi besar?

Salah satu kunci nya adalah adanya CORPORATE CULTURE yang sudah baik dijalankan oleh perusahaan tersebut. Dengan Corporate Culture yang baik, strategi apapun yang dijalankan perusahaan akan dengan mudah di eksekusi oleh seluruh team.

Culture eats strategy like breakfast.

Dalam manajemen perusahaan, hal yang tersulit adalah menjalankan strategi yang diterapkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Salah satu riset mengatakan bahwa strategy failed 70 % disebabkan lemahnya eksekusi. Di sini Culture akan membantu para leader untuk bisa mengeksekusi strategi SEMUDAH sarapan pagi.

Ditengah kondisi yang serba VUCA (Volatility-Uncertainty-Complexity-Ambiguity) ini, menuntut para leaders menerapkan strategi yang dinamis mengikuti permintaaan pasar, peta kompetisi dan customer behaviour. Kecepatan eksekusi atas strategi adalah kunci memenangkan kompetisi dalam era VUCA ini. Corporate Culture akan meMUDAHkan dan memperCEPAT eksekusi strategi.

Oleh karena itu, hal yang terpenting dilakukan oleh seorang leader di perusahaan adalah membangun Corporate Culture kuat untuk perusahaan. Agar perusahaan bisa sustainable growth secara jangka panjang.

Bagaimana tahapan membangun Corporate Culture yang baik di perusahaan?

Akan dilanjutkan dalam tulisan edisi selanjutnya, karena sudah mulai mengantuk habis mudik dari Solo..hehe.

Depok, 24.06.2018.

Related posts

Lean Thinking

Martoyo Harjono

Training Problem Solving and Decision Making

Martoyo Harjono

More Focus to Your Customers, Not Your Shareholders

Martoyo Harjono

Leave a Comment