Martoyo Harjono
Human Resources Leadership

Ternyata, Bahagia itu Mudah..!

Jika tiba-tiba Bos Anda menawarkan Anda sebagai project leader atas sebuah improvement/initiative di kantor, bagaimana tanggapan Anda? Anda langsung menerima dengan semangat 45 atau memilih menolak dan menghindar tantangan yang ditawarkan?

————————————————————————————————————–

Berdasarkan pengamatan saya, sebagian besar karyawan cenderung untuk menghindar dan menolak jika diminta menjadi project leader. Jika pun di berikan penugasan yang bersifat wajib oleh di Boss, terkadang masih banyak yang mengerjakan tidak sepenuh hati. Padahal jika kita mengerjakan sesuatu setengah hati, maka ada tiga kerugian sekaligus. Pertama, kita tidak merasa BAHAGIA selama mengerjakan tugas tersebut; kedua, output yang di hasilkan tidak maksimal dan ketiga; tidak mendapatkan pembelajaran yang maksimat atas penugasan ini. Padahal dari setiap penugasan projek akan ada pembelajaran hal-hal baru yang luar biasa.

Mengapa banyak karyawan yang cenderung menolak jika ada penugasan sebuah projek? Hal ini karena sang karyawan hanya perpikir bahwa dengan project leader/ team member maka akan ada tambahan pekerjaan lagi dan tambah rempong. Sang karyawan tidak mau melihat bahwa manfaat yang di dapatkan atas penugasan tersebut.

Mindset – Respon – Result

Hal ini terkait dengan mindset seseorang. Dengan merubah mindset maka respon yang kita berikan akan berbeda dan output yang di hasilkan pun bagaikan bumi dan langit. Positive thinking mindset akan menghasilkan happiness dan negative-thinking mindset akan menghasilkan kehampaan (sadness). Mindset ini bagaikan software di dalam sebuah computer dan mobile phone. Jika softwarenya error maka computer dan mobile phone akan error juga.

So, please always be positive-thinking mindset when you are appointed as project leader/ member in certain initiative.

Bahagia dengan legacy…

Sepertinya pernyataan di atas utopia (mengada-ada) dan muncul pertanyaan lanjutan mana mungkin mendapatkan tambahan tugas dan kerjaan kok malah menambah bahagia.  Yupp…begini ya maksudnya, berdasarkan pengalaman yang saya rasakan selama ini, saya akan sangat bahagia dan puas jika mampu menyelesaikan proyek dan meninggalkan legacy yang impactful untuk organisasi. Sehingga jika di tunjuk sebagai project leader maka saya akan mengerjakannya dengan full energy dan full spirit.

So, di posisi, jabatan dan tugas apapun, marilah berkontribusi secara maksimal dan tinggalkan legacy terbaik untuk organisasi kita. Maka Anda akan bahagia melalui self fulfilment.

Ternyata, Bahagia itu mudah bukan…!

Salam Pembelajar,

MTY

#legacy #SWA

 

(Source picture: SWA Magazine, October 2017)

Related posts

Yuk pinter bareng…

Martoyo Harjono

1 Day Training: Ms Excel for Finance Team, 17 Apr14

Martoyo Harjono

4 Cara Untuk Lebih Memahami Kekecewaan di Tempat Kerja

Martoyo Harjono

Leave a Comment