Martoyo Harjono
Human Resources Leadership Personal

Mental Kepiting vs Semut

Perilaku Kepiting

Pernahkah anda mengamati perilaku kepiting ketika di taruh ramai-ramai di dalam sebuah ember? Penasaran? Yukk.., kita amati perilakunya seperti apa:

Jika di taruh bareng-bareng di dalam satu tempat, misalnya di ember. Maka beberapa kepiting akan berusaha untuk keluar dari tempat itu dengan memanjat pinggirian ember tersebut agar bisa keluar. Namun, apa yang di lakukan oleh kepiting lainnya? apakah kepiting lainnya turut membantu atau sebaliknya? Ternyata kepiting lainnya akan menarik kembali kepiting yang berusaha memanjat itu. Dan ini terus bergantian dilakukan, jika ada yang berusaha untuk memancat lagi maka kepiting lain akan menarik kembali. Akhirnya, semua kepiting tersebut akan tetap terjebak di dalam ember tersebut.

Pembelajaran dari kepiting

Kejadian kepiting di dalam ember tersebut mungkin saja terjadi di sekililing kita, misalnya di kantor tempat kita bekerja. Sering kita temuin rekan kerja yang masih bermental kepiting ini. yaitu tidak senang melihat rekannya tumbuh dan berkembang. Seorang yang bermental kepiting akan menghabiskan energi nya untuk menghambat karir rekannya dengan berbagai cara, misalnya dengan selalu menjelek-jelekkan, tidak memberi kesempatan anak buah untuk maju dan menebarkan energi negative di kantor. Orang yang bermental kepiting ini tidak senang jika melihat orang lain maju dan sebaliknya senang jika melihat orang lain susah dan sengsara.

Orang yang bermental kepiting ini bisa di pastikan karir nya akan pas-pasan dan tidak berkembang di kantor. Karena energinya di habiskan bukan untuk hal-hal positif dan bermanfaat, namun habis untuk menjatuhkan orang lain. Coba seandainya seluruh energi nya di gunakan untuk hal-hal positif untuk meningkatkan skill dan kompetensi. Maka hasilnya akan luar biasa, karir melesat dan dicintai orang sekeliling kita. Hasilnya akan jauh berbeda bagaikan bumi dan langit.

Ingatlah hukum ”tebar tuai’, barang siapa yang menebar hal-hal baik dan positif maka akan memanen hasil yang positif dan bermanfaat. Jadilah menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang selalu memberikan manfaat kepada orang lain di sekitar kita, bukan yang membawa celaka buat orang lain.

Coba cek di sekeliling kita, kantor kita, siapa yang kira-kira masih bermental kepiting itu. Eiiittt……tunggu dulu, ngak usah sibuk nunjuk-nunjuk dan menuduh rekan kita yang bermental kepiting, jangan-jangan kita sendiri yang masih bermental kepiting. Ha ha ha….marilah berubah dan kita sembuhkan #bercanda saja.

Marilah belajar untuk TIDAK menjadi pribadi yang bermental kepiting. Jadilah pribadi bermental SEMUT yang selalu bersinergi, berkolaborasi dan bersilaturahmi dimanapun berada. Semut, akan berjuang, tumbuh dan berkembang bersama-sama.

#kolaborasi #mentalKepiting #sinergi #manajemen

Salam bermental semut.

@Martoyo, Jakarta 11/7/2017

 

Related posts

Manager vs Leader

Martoyo Harjono

Yuk pinter bareng…

Martoyo Harjono

Be A Radically Open-minded Leaders

Martoyo Harjono

Leave a Comment