Martoyo Harjono
Human Resources Leadership

The important of caring & open communication…!

Ada dua kata yang sangat penting dalam kita berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita, yaitu: Perhatian (Caring) dan Komunikasi Terbuka (Open Communication). Untuk menjadi pribadi yang sukses di karir dan di kehidupan rumah tangga, diperlukanlah dua kata ini. Barang siapa yang mampu menghadirkan caring dan open communication dengan sesama kolega dikantor, maka insya Allah akan meraih kesuksesan dalam karir dan pekerjaan. Energi positif akan selalu hadir dengan kita mempraktekkan dua kata tersebut setiap saat. Akhirnya kita pun akan tumbuh bersama tim disekililing kita.

Bagaimana di kehidupan rumah tangga? apakah kedua kata tersebut juga penting?

Menurut saya kedua kata tersebut tidak hanya penting, tapi SANGAT PENTING dan MENDESAK. Mengapa? karena tanpa perhatian dan open communication yang baik antar suami-istri, maka akan sulit untuk bisa menghadirkan kehidupan rumah tangga yang romantis dan harmonis.

Ada sebuah kisah nyata dari seorang kawan yang sangat sukses di dalam karir, di umur yang sangat muda sudah mencapai posisi direktur. Dengan posisinya saat ini, maka kawan saya ini sangatlah sibuk dan sering travelling ke luar kota bahkan ke luar negeri. Sehingga konsekuensinya mengorbankan waktu buat anak dan istrinya. Bahkan waktu berkomunikasi dengan istri nya pun terbatas dan kurang.

Istrinya sering complain kepada kawan saya ini akibat minimnya PERHATIAN untuk keluarga. Kawan saya ini selalu bilang bahwa dia bekerja keras mencari uang ini demi membahagiakan keluarga, anak & istri. Tujuan yang sangat mulia bukan? Kawan saya ini masih berprinsip bahwa Uang yang dia dapatkan bisa menggantikan/trade-off PERHATIAN untuk istri nya.

Istri nya pun berulang-ulang complaint menuntut perhatian dan waktu sang suami untuk dirinya.

——————————————

Petir yang menyambar …….di suatu hari

Bagai disambar petir di saing bolong, suatu waktu kawan saya mendapat informasi bahwa istrinya mempunyai PIL (pria idaman lain). Apakah PIL istri nya ini lebih kaya dengan karir yang lebih baik dari suaminya? Ternyata tidak, PIL nya ini adalah hanya seorang staff. Setelah di lakukan diskusi mendalam mengapa sang istri memilih PIL ini, jawabnya hanyalah karena sang PIL ini mempunyai waktu dan perhatian lebih dibandingkan kawan saya ini, PIL ini mempunyai waktu lebih untuk mendengarkan dan berkeluh kesah.

Akhirnya perang brata yudha pun terjadi, kawan saya binggung mengapa hal ini bisa terjadi padahal dia bekerja banting-tulang demi istri dan anaknya. Tapi ternyata di kacamata istri nya, dia ini bekerja untuk kepuasan karir sang suami, sehingga melupakan perhatian dan komunikasi dengan istri.

Suami-istri ini pun saling bermuhasabah dan berintrospeksi diri untuk mencari apa yang salah dengan tindakannya selama ini? Akhirnya kawan saya ini menyadari bahwa selama ini yang kurang diberikan adalah PERHATIAN dan WAKTU untuk istri dan anak-anaknya.

Saya tulis kisah kawan ini, untuk menjadi perhatian kita semua, terutama saya sendiri bahwa uang dan jabatan tidak bisa membeli dan menggantikan PERHATIAN ke pasangan kita. Untuk merawat kehidupan rumah tangga dan merawat cinta suami-istri diperlukan PERHATIAN dan OPEN COMMUNICATION dari keduanya.

Terutama bagi seorang suami yang bekerja di kantoran, sesibuk apapun kita terkait perkerjaan harus pandai2 membagi waktu nya dan membagi perhatian nya buat Istri. Hal yang mudah diucapkan, namun perlu perjuangan extra untuk melakukan. Semoga kita smua bisa melakukan usaha terbaik untuk merawat cinta-kasih untuk pasangan kita. Akhirnya bisa Sukses di Karir dan Sukses di Keluarga.

#AmbilHikmahnya #LessonLearnt

 

Jakarta, 5 Juli 2017

Related posts

Top 10 Skills in 2020

Martoyo Harjono

Mental Kepiting vs Semut

Martoyo Harjono

under pressure = stress = not happy >> it will not be productive

Martoyo Harjono

Leave a Comment