Martoyo Harjono
Business Strategy Human Resources Leadership Personal

Leadership Itu Seperti Bermain Golf

#inspirasigolf #2ndAnniversaryIFGC

Tidak terbersitpun ketertarikan saya terhadap permainan golf ini. Pikirku, apa sih asyiknya olahraga golf ini, hanya pukul-pukul bola saja, terus jalan kaki dan pukul lagi, semuanya TERLIHAT mudah hanya pukul bola untuk bisa masuk ke lubang kecil. Kayak permainan anak kecil dan tidak menantang. Kurang kompetitif dan tidak mengeluarkan adrenalin dan emosi seperti sepak bola, futsal, badminton, basket dan tenis lapangan. TAPI semua itu persepsi saya tempo doeloe.!.

Nah, sekarang??!! Semenjak saya iseng mencoba permainan golf ini, persepsi saya di atas berubah total 180 derajat. TERNYATA olahraga golf itu olahraga tersulit yang pernah saya coba. Jauh dari kata mudah dan tidak mudah seperti yang terlihat. Kesannya hanya memukul bola, tetapi kalo tidak tau cara memukulnya maka arah bola bisa berantakan bak jurus mabuk, pengennya bola melaju ke depan, bisa-bisa bola meluncur ke kanan, ke kiri bahkan ke belakang. Ternyata golf itu membutuhkan teori yang benar, gerakan yang benar, ritme yang sinergis, fokus, sabar dan perlu latihan yang rutin.

Apa jadinya jika asal pukul saja? Hasilnya seperti cerita saya ini. Saat driving di Felfest UI minggu lalu saya melihat ada beberapa mahasiswa datang mau belajar driving juga. Salah satu mahasiswa yang berbadan kekar mengambil posisi persis disamping saya. Dia mengira bola golf itu akan mudah melaju ke depan dengan memukul sekeras-kerasnya dengan mengandalkan badannya yang kekar itu. Dengan pede dan sedikit agak sombong ke temen-temennya yang kebetulan sedang menonton dan duduk dibelakangnya, dia mulai memukul bola itu sekeras-kerasnya. Bukannya bola itu melaju ke depan, tetapi tak diduga bola itu malah kearah belakang mengenai temennya yang sedang nonton, masih beruntung tidak mengenai kepala. Haha..! Dan sialnya, stik golfnya pun terlepas dari pegangan dan terlempar jauh hampir mengenai saya, saya masih beruntung bisa menghindarinya.

Saya sendiri belum terlalu lama mencoba permainan golf ini, yah kira-kira efektif baru satu tahun terakhir. Setelah sempet cidera achilles tendon kaki sebelah kiri saat main futsal di kampus UI, saya mencari alternatif olahraga yang lebih ringan salah satunya mencoba golf. Disela-sela belajar dan latihan memukul bola golf sayapun sering merenung dan menghubungkan permainan golf ini dengan leadership. Ternyata hubungannya golf dengan leadership itu sangatkah erat sekali. Golf bisa menjadi inspirasi kita untuk menjadi seorang pemimpin (leader) yang lebih baik dan lebih sukses lagi.

Ternyata untuk mendapatkan pukulan yang punya akurasi baik, seorang golfer harus bisa mempraktekkan 12 hal dibawah ini:

1. Fokus

Pandangan mata kita fokus ditujukan kepada bola yang akan dipukul dan tidak boleh meleng sedikitpun. Karena jika mata tidak fokus maka pukulan menjadi berantakan karena topping maupun grounded.

2. Berpikir dan berencana sebelum melakukan tindakan

Sebelum memukul bola harus menghitung jarak titik tujuan dengan posisi bola, stik apa yang akan mau dipakai dan seberapa tinggi back swing yang akan dilakukan agar bola bisa melaju sedekat mungkin dengan titik tuju.

3. Sinergitas/ Walk the talk

Gerakan tubuh harus sinergi antara kaki, tangan, badan, pinggang dan ayunan tangan. Satu saja ada gerakan yang terlambat ataupun mendahului maka pukulan menjadi salah dan akurasi rendah. Ini kadang yang membuat stress saat belajar golf karena bola seperti sulit dikendalikan.

4. Pastikan kuda-kuda kaki kokoh pada saat memukul bola

Jika kuda-kuda goyang sedikit saja, maka pukulan jadi tidak akurat. Pastikan kaki kita menapak dengan kokoh dengan bertumpu pada telapak kaki bagian depan agar memudahkan saat gerakan swing dan follow through.

5. Tidak terburu-buru menginginkan  hasil yang seketika (instant result)

Jika seorang golfer matanya terburu-buru nengok ingin melihat jatuhnya bola, maka biasanya pukulan menjadi salah dan tidak akurat karena posis badan/ tangan akan berubah. Namun lihatlah hasilnya setelah pukulan sempurna dan tuntas dilakukan. Jatuhnya bola hanyalah sebuah impact dari pukulan stik kita.

6. Membutuhkan seorang coach/ mentor

Coach ini diperlukan untuk membantu golfer melihat kesalahan dan memberikan saran masukan untuk perbaikan. Karena biasanya golfer sulit melihat kesalahan sendiri saat memukul bola dan perlu orang lain untuk bisa melihat kesalahannya. Sifat manusia untuk sulit melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri.

7. Sabar dan atur ritme-nya

Saat memukul bola diperlukan kesabaran, rileks dan disertai dengan ritme gerakan yang sinergi dan nge-flow aja Bro.

8. Integritas, ikutin rule of the game 

Bermain golf lah dengan jujur sesuai aturan golf yang berlaku, jangan curang ya dan mo menang sendiri aja. Jangan seperti Donald Trump saat main golf yang mo menang sendiri, gosip nya lho ya…haha.

9. Networking

Belum pernah saya lihat ada golfer bermain sendiri dilapangan golf. Sepertinya bermain golf tidak bisa dilakukan sendirian seperti olahraga fitnes dan berenang. Diperlukan teman satu pairing maupun caddy yang membantu. Misalnya di #IFGC Iluni FEBUI Golf Club, saya bisa berkenalan dan bertemu dengan senior berbagai angkatan dari yang paling senior angkatan 1979 sampai dengan 2015. Banyak hal positif dan manfaat yang bisa didapatkan dengan networking ini. Thanks #IFGC yang memfasilitasi event silaturahmi antar alumni ini 2 tahun terakhir. Happy 2nd anniversary #IFGC n keren selalu.

10. Konsistensi

Seorang golfer harus menjaga konsistensi dan kinerja disemua hole dari hole#1 sampai dengan #hole18. Karena perhitungan score golf itu berdasarkan akumulasi score dari hole#1 sampai dengan hole#18

11. Continuous learning n improvement

Tanpa latihan yang rutin, maka mustahil seorang golfer bisa bermain bagus saat ada turnamen. Makanya seorang Tiger Wood, sang juara dunia pun masih terlihat rajin latihan dengan didampingi coach pribadinya.

12. Rela berkorban,

Walau tee-off nya dimulai jam 6 pagi dan harus berangkat dari rumah sebelum sholat subuh maupun sesaat setelah subuh agar tidak terlambat. Karena jika terlambat maka akan ditinggal. Pun, rela menunggu giliran untuk memukul.

Itulah 12 poin penting agar seorang golfer bisa bermain golf lebih baik dan lebih sukses.

Dan jika kita renungkan, sepertinya 12 poin di atas sangatlah relevan dalam praktek leadership. Tinggal kontek ‘lapangan’ diganti ke dalam kontek ‘perusahaan’. Seorang pemimpin yang menerapkan 12 poin diatas maka saya yakin pemimpin tersebut menjadi lebih sukses dan hebat. Saat saya posting poin-poin di atas di akun instagram saya: martoyo.harjono, teman saya Ricky menambahkan poin #13 yaitu banyaknya GODAAN saat dilapangan, persis seperti pemimpin menghadapi banyaknya godaan saat di perusahaan. Benar juga ya untuk hati-hati dipoin #13 ini..hahaha.

So, ternyata permainan golf itu TERLIHAT MUDAH TAPI TIDAK SEMUDAH YANG TERLIHAT.

Begitupun menjadi pemimpin hebat itu TERLIHAT MUDAH TAPI TIDAK SEMUDAH YANG TERLIHAT.

TAPI SEMUANYA AKAN MUDAH JIKA MENERAPKAN 12 POIN PLUS SATU DI ATAS.

Selamat mencoba dan salam sukses.

Depok 17 Feb 2020 jam 1.14 am.

 

Salam pembelajar, 

Martoyo

 

Related posts

More Focus to Your Customers, Not Your Shareholders

Martoyo Harjono

Training of Behaviour Event Interview (BEI) Technique – Dec 11, 2014

Martoyo Harjono

Yuk pinter bareng…

Martoyo Harjono

Leave a Comment