Martoyo Harjono
Personal

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!

Puisi terakhir WS Rendra di buat sesaat sebelum dia wafat.

Hidup itu seperti
UAP, yang sebentar
saja kelihatan,
lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji
MILIKKU,
aku berkata bahwa
ini HANYA TITIPAN
saja.

Bahwa mobilku
adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku
adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku
adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku
hanyalah titipan-NYA . . .

Tapi mengapa
aku tidak pernah
bertanya,
MENGAPA DIA
menitipkannya
kepadaku?
UNTUK APA DIA
menitipkan
semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan
milikku,
apa yang
seharusnya aku
lakukan untuk
milik-NYA ini?
Mengapa hatiku
justru terasa berat,
ketika titipan itu
diminta kembali
oleh-NYA?

Malahan ketika
diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja . . .
Untuk melukiskan,
bahwa semua itu
adalah DERITA . . .

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan
yang cocok
dengan
KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak
HARTA,
Aku ingin lebih banyak
MOBIL,
Aku ingin lebih banyak
RUMAH,
Aku ingin lebih banyak
POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua
DERITA adalah
hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN
dan KASIH-NYA,
harus berjalan
seperti
penyelesaian
matematika dan
sesuai dengan
kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah
derita itu menjauh
dariku.
Dan nikmat dunia
seharusnya kerap
menghampiriku…

Betapa curangnya
aku, Kuperlakukan
DIA seolah
Mitra Dagang ku
dan bukan sebagai
Kekasih !

Kuminta DIA
membalas
perlakuan baikku
dan menolak
keputusan-NYA
yang tidak sesuai
dengan keinginanku..

Padahal setiap
hari kuucapkan,
Hidup dan Matiku,
Hanyalah untuk-MU

Mulai hari ini,
ajari aku agar
menjadi pribadi
yang selalu
bersyukur dalam
setiap keadaan
dan menjadi
bijaksana, mau
menuruti
kehendakMU saja ya
ALLAH . . .

Sebab aku yakin…
ENGKAU
akan memberikan
anugerah dalam
hidupku…
KEHENDAKMU
adalah yang
ter BAIK bagiku…

Ketika aku ingin
hidup KAYA,
aku lupa,
bahwa HIDUP
itu sendiri
adalah sebuah
KEKAYAAN.

Ketika aku berat
utk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA
yang aku miliki
juga adalah
PEMBERIAN.

Ketika aku ingin
jadi yang
TERKUAT,
….aku lupa,
bahwa dalam
KELEMAHAN,
Tuhan memberikan
aku KEKUATAN.

Ketika aku takut
Rugi,
Aku lupa, bahwa
HIDUPKU
adalah sebuah
KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini
sangat indah,
ketika kita selalu
BERSYUKUR
kepada NYA

Bukan karena hari
ini INDAH
kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita
BAHAGIA,
maka hari ini
menjadi INDAH.

Bukan karena tak
ada RINTANGAN
kita menjadi
OPTIMIS.
Tetapi karena kita
optimis, RINTANGAN
akan menjadi tak
terasa.

Bukan karena MUDAH
kita YAKIN BISA.
Tetapi karena kita
YAKIN BISA . . !
semuanya menjadi
MUDAH.

Bukan karena
semua BAIK
kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita
TERSENYUM,
maka semua menjadi
BAIK,

Tak ada hari yang
MENYULITKAN
kita, kecuali kita
SENDIRI
yang membuat
SULIT.

Bila kita tidak
dapat menjadi
Jalan Besar,
cukuplah menjadi
JALAN SETAPAK
yang dapat dilalui
orang,

Bila kita tidak
dapat menjadi
Matahari,
cukuplah menjadi
LENTERA
yang dapat menerangi
sekitar kita,

Bila kita tidak
dapat berbuat
sesuatu untuk
seseorang, maka
BERDOALAH
untuk kebaikan.

WS RENDRA Kelahiran SURAKARTA 1935. Meninggal di DEPOK 2009.

Source: copas WAG

#SelfReminder #Muhasabah #tabarakallah #bismillah

Salam Pembelajaran kehidupan.

 

Related posts

Training Finance for Non Finance Manager

Martoyo Harjono

Lean project (VSM) for closing & reporting process, 28 April 2014

Martoyo Harjono

TODAY Matters…!

Martoyo Harjono

Leave a Comment